Life

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving
Powered By Blogger

Minggu, 06 Oktober 2013

How To Make IM Injection Less Painful

1- Prepare the injection site using an alcohol pad, but make sure you let the alcohol dry completely. This is probably the most common mistake people make that can cause unnecessary pain. It only takes an extra five seconds and is the easiest way to reduce pain during the injection.

2- Choose the correct site for the injection. The deltoid muscle of the upper arm is the preferred IM injection site, but viscous material or volumes larger than 2.5 ml should be given in the gluteus maximus muscle in the upper, outer quadrant of the buttock. An alternate site for larger injections is the vastus lateralus muscle on the outside of the leg halfway between the knee and the hip. These two larger muscles can accomodate a volume up to 5 ml.


3- Ensure that the needle remains at a 90-degree angle to the skin during the procedure. The needle must penetrate deep into the muscle, and a 90-degree angle puts the needle through as little skin as possible. Skin contains many more nerve endings than muscle and registers far more pain. Changing this angle while the needle is still in the muscle will cause pain in the muscle tissue as well.


4- Grasp a two- or three-inch section of the injection site and squeeze firmly but not painfully. Insert the needle quickly and firmly into the injection site up to the hub of the needle. The injection should not be so fast that it is not well controlled. Take care that you do not use a needle that is too long. Most people do not notice when a bone is hit, but it is possible to damage the needle on a bone and cause pain from a complication.


5- Perform the injection slowly. Injecting anything into the muscle too quickly will cause more trauma to the tissue. However, performing the injection should not cause the person pain because of the length of time the needle is in the arm. The speed of the injection should be about one second per ml for most medications and vaccinations.


6- Gently massage the muscle tissue after the injection has been given and the needle has been removed. The person receiving the injection may prefer to do this especially if the injeciton is in the buttock. If the person shows resistance or reluctance, this step can be optional.


[​IMG]Source

Jumat, 28 Desember 2012

Percakapan Syeikh Dr. Muhammad Hasan dengan Seorang Pemuda yang Keras dalam Berislam


SYEIKH Dr. Muhammad Hasan, semoga Allah menjaganya, berkata:

Aku berdiskusi dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam):

Maka aku bertanya, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal atau haram?”

Dan dia menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan.”

Aku bertanya lagi, “Kalau kamu membunuh mereka yang bermaksiat ke mana mereka akan kembali?”

Dia menjawab, “Sudah pasti ke neraka.”

Lalu aku bertanya lagi, “Sedangkan ke mana tujuan syetan menggoda manusia?”

Dia menjawab, “Pasti ke neraka juga.”

Maka aku berkata padanya, “Berarti kalian bersekutu dengan syetan dalam satu tujuan yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka!”

Dan aku berikan dia satu hadits Rasulullah SAW ketika ada jenazah orang Yahudi yang lewat di hadapannya kemudian Beliau menangis, maka para sahabat bertanya: “Apa yang membuatmu menangis ya Rasulallah?” Beliau menjawab: “Aku telah membiarkan satu orang masuk neraka…”

Maka aku berkata lagi pada pemuda itu, “Perhatikan perbedaan pola pikir kalian dengan Rasulullah SAW  yang berusaha untuk memberikan hidayah kepada manusia dan menyelamatkannya dari siksa Api neraka? Kalian di satu lembah, sedangkan Rasulullah SAW dan Islam di lembah yang lain.

Rujukan

Surat Malcolm X dari Makkah


Rasa haru, persaudaraan, kemurahan hati dan tidak mementingkan diri sendiri yang dirasakan Malcolm X di kota Mekkah saat melaksanakan ibadah haji, membuka mata hatinya tentang semangat Islam yang sebenarnya. Dalam buku autobiografi yang ditulisnya bersama Alex Haley, Malcolm menulis, “Karena pencerahan spiritual dimana saya mendapatkan rahmat untuk mengalaminya setelah melaksanakan ibadah haji ke kota Mekkah, saya tidak lagi membiasakan melempar dakwaan kepada ras manapun. Sekarang, saya berjuang untuk hidup sebagai seorang Muslim Sunni sejati. Saya harus
mengulangi bahwa saya bukan seorang rasis dan bukan pula seorang yang menganut prinsip rasisme. Saya nyatakan dengan ketulusan hati bahwa saya tidak berharap apa-apa kecuali kebebasan, keadilan dan persamaan, kehidupan, kemerdekaan serta kebahagiaan untuk semua orang,”

Dalam buku Autobiography of Malcolm X, Malcolm X atau nama Islamnya Malik al-Shabazz mengungkapkan kesan-kesannya melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam surat yang ditujukan ke asistennya di Harlem. Surat itu ia kirim dari Mekkah pada bulan April 1964. Berikut isi suratnya:

Saya tidak pernah menyaksikan keramahtamahan yang begitu tulus dan semangat kebersamaan yang begitu besar, seperti yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai warna kulit dan ras di kota suci ini, rumah dari Ibrahim, Muhammad dan nabi-nabi lainnya yang disebut dalam kita suci Al-Quran. Dalam beberapa minggu yang saya lewati, saya benar-benar kehilangan kata-kata dan terpesona dengan keagungan yang saya saksikan di sekitar saya yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai bangsa. Saya beruntung bisa berkunjung ke kota suci Mekkah; Saya sudah melakukan tawaf keliling Ka’bah 7 putaran, dipimpin oleh seorang Mutawwaf (pembimbing) muda bernama Muhammad; Saya minum air dari sumur air Zamzam; Saya lari 7 kali bolak-balik dari bukit Safa ke bukit Marwa; Saya berdoa di kota tua Mina dan Saya berdoa di pegungungan Arafah. Di sana ada puluhan ribu jemaah haji dari seluruh dunia.

Mereka berasal dari berbagai warna kulit dari yang bermata biru, pirang sampai yang berkilit hitam dari Afrika. Namun mereka semua melakukan ritual yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan yang dari pengalaman saya di Amerika telah membuat saya percaya bahwa hal semacam ini tidak akan pernah terjadi antara kulit putih dan non kulit putih. Amerika perlu memahami Islam, karena Islam adalah agama yang menghapuskan masalah rasa di kalangan pemeluknya. Dari seluruh perjalanan yang pernah saya lakukan ke dunia Islam, saya bertemu, bicara dan bahkan makan bersama dengan orang-orang yang di Amerika akan dianggap sebagai orang kulit putih-namun sikap sebagai orang kulit putih telah dihilangkan dari pikiran mereka oleh agama Islam.

Saya tidak pernah menyaksikan sebelumnya, ketulusan dan rasa persaudaraan sejati yang dilakukan oleh orang-orang dari berbagai warna kulit bersama-sama, mereka mengabaikan warna masing-masing. Kamu mungkin akan sangat terkejut dengan kata-kata saya ini. Tapi dalam pelaksanaan ibadah haji, apa yang saya lihat dan saya alami, memaksa saya untuk menyusun kembali banyak dari pola pikir yang saya anut sebelumnya dan membuang sejumlah kesimpulan yang buat di masa lalu. Ini tidak terlalu sulit buat saya. Disamping pendirian saya yang kuat, saya selalu menjadi orang yang berusaha menghadapi kenyataan dan menerima kenyataan hidup sebagai pengalaman baru dan pengetahuan baru yang terbentang. Saya selalumenjaga untuk tetap terbuka, yang merupakan hal pentinguntuk bersikap fleksibel agar berjalan bersisian dengan setiap bentuk pencarian untuk mendapatkan kebenaran.

Selama 7 hari yang saya lewati di sini, di negara Islam ini, saya makan bersama dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur di karpet yang sama-ketika berdoa pada Tuhan yang sama-dengan saudara-saudara sesama Muslim, yang matanya lebih biru dari yang biru, yang rambutnya lebih pirang dari yang piran dan kulitnya lebih putih dari yang putih. Dan dalam perkataan dan perbuatan Muslim berkulit putih itu, saya merasakan ketulusan yang sama seperti yang saya rasakan ketika berada di antara Muslim berkulit hitam yang berasal dari Nigeria, Sudan dan Ghana. Kami benar-benar menjadi satu saudara-karena keimanan mereka pada satu tuhan telah menghapus pemikiran bahwa mereka orang kulit putih, baik dari sikap maupun tingkah laku mereka. Apa yang saya lihat dari pengalaman ini, bahwa mungkin jika orang kulit putih Amerika bisa menerima ke-Esa-an Tuhan, maka mungkin mereka juga bisa menerima bahwa semua umat manusia adalah sama-dan berhenti melakukan tindakan, menghalangi dan membahayakan orang lain hanya karena ‘perbedaan’ warna kulit.

Dengan wabah rasisme di Amerika yang sudah seperi kanker yang tidak bisa dicegah, kemudian apa yang disebut hati ‘Orang Kristen’ kulit putih Amerika selayaknya lebih bisa menerima sebuah solusi yang sudah terbukti untuk mengatasi masalah-masalah destruktif itu. Mungkin ini sudah saatnya melindung Amerika dari bencana yang makin dekat-kerusakan yang sama yang dialami negara Jerman akibat rasisme yang pada akhirnya menghancurkan bangsa Jerman sendiri.

Setiap jam, di sini, di kota suci membuat saya belajar untuk memiliki wawasan spiritual yang lebih besar terhadap apa yang terjadi di AS antara orang kulit putih dan kulit hitam. Orang Negro Amerika tidak bisa disalahkan atas rasa dendam rasial mereka-mereka hanya bereaksi atas rasisme yang dilakukan warga kulit putih Amerika secara sadar selama hampir empat ratus tahun. Tapi seiring dengan rasisme yang mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya tetap yakin, di akademi-akademi dan universitas-universitas, akan terlihat tulisan-tulisan tangan di dinding-dinding dan banyak di antara mereka yang akan berubah ke jalan spiritual yang sebenarnya-satu-satunya jalan yang menjadikan Amerika untuk terhindar dari bencana akibat tindakan rasisme yang tidak bisa dihindari akan menimbulkan bencana itu.

Saya tidak pernah merasa sedemikian terhormat. Saya tidak pernah merasa begitu rendah hati dan merasa tidak berharga. Siapa yang akan percaya akan rahmat yang telah dilimpahkan pada seorang Negro Amerika? Beberapa malam yang lalu, seorang laki-laki yang di Amerika akan disebut kulit putih, seorang diplomat PBB, seorang duta besar, seorang penasehat raja, memberikan ruangan suite hotelnya pada saya, tempat tidurnya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahkan bermimpi bahwa saya akan menerima kehormatan semacam itu-kehormatan yang di Amerika akan dipersembahkan hanya untuk seorang Raja, bukan seorang Negro.

Segala puji bagi Allah, seru sekalian alam.
Hormat Saya,
Al-Hajj, Malik al-Shabazz (Malcolm X)
(eramuslim/islamonline)

Kamis, 27 Desember 2012

Alasan mengapa baju operasi dokter berwarna hijau

Umumnya dokter memakai baju putih sebagai lambang kebersihan. Kecuali saat harus mengoperasi pasien, mereka memakai seragam warna hijau atau biru. Mengapa demikian?

Menurut Today's Surgical Nurse tahun 1998, penggunaan warna ini ini kemungkinan bermula di awal abad 20, dengan tujuan membantu penglihatan dokter operasi.

Warna hijau membantu para dokter untuk melihat dengan lebih baik karena dua alasan. Pertama, melihat warna biru atau hijau dapat menyegarkan penglihatan dokter dari hal-hal yang berwarna merah, seperti organ dalam dan darah pasien selama operasi. Karena, otak menafsirkan warna secara relatif terhadap warna yang lain.

Jika seorang ahli bedah menatap pada sesuatu yang berwarna merah atau merah muda, ia akan menjadi terbiasa dengan warna tersebut sehingga penglihatannya terganggu. Sinyal merah di otak akan memudar, yang bisa menyulitkan dokter melihat organ dan jaringan tubuh manusia. Sedangkan, jika dokter melihat sesuatu yang berwarna hijau dari waktu ke waktu, ia dapat membuat matanya lebih sensitif terhadap variasi dalam warna merah.

Kedua, karena penglihatan dokter terus menerus terfokus terhadap organ dalam pasien yang berwarna merah, warna merah ini dapat menyebabkan ilusi optik berwarna hijau di permukaan yang putih dan tentu dapat mengganggu.

Ilusi optik ini muncul jika dokter menggeser tatapannya dari jaringan tubuh yang berwarna kemerahan pada sesuatu yang putih. Ilusi optik berwarna hijau dari organ bagian dalam pasien akan muncul pada latar belakang putih tersebut.

Ilusi optik ini terjadi karena putih memiliki semua spektrum warna, termasuk hijau dan merah. Namun, jika dokter melihat pakaian yang berwarna hijau atau biru, dan bukannya putih, ilusi yang mengganggu ini akan berbaur tepat dengan warna pakaian dan tidak akan menjadi gangguan. Pendapat ini didukung oleh Paola Bressan, peneliti ilusi mata dari University of Padova, Italia.

Rujukan 

7 Eksperimen Tergila Di dunia



1. Vladimir Demikhov (Pencangkokan Anjing Berkepala Dua)

Pada tahun 1954, ahli bedah Soviet Vladimir Demikhov, mengungkapkan karya terbesarnya kepada dunia. Seekor anjing berkepala dua. Kepala anak anjing telah dicangkokkan ke leher anjing gembala Jerman dewasa.

Kepala kedua akan mendapatkan sisa susu, bahkan tidak perlu makanan karena susu mengalir menuruni leher dari sambungna esofagus.

Meskipun akhirnya kedua binatang segera mati karena penolakan jaringan, itu tidak menghentikan Demikhov untuk menciptakan lebih dari 19 lagi anjing berkepala dua selama 15 tahun setelahnya.


2. Stubbins Ffirth (Demam Kuning Vomit-Minum Dokter)

Selama tahun 1800-an, seorang dokter di Philadelphia, Stubbins Ffirth, membentuk hipotesis bahwa penyakit kuning bukan penyakit menular, dan melanjutkan hipotesisnya dengan melakukan percobaan pada dirinya sendiri.

Awalnya dia menuangkan darah terinfeksi ke lukanya yang terbuka dan kemudian mencobanya dengan meminum darah terinfeksi tersebut.

Dia tidak jatuh sakit, namun hal ini bukan karena demam kuning tidak menular karena kemudian diketahui bahwa penularannya harus melalui suntikan langsung ke dalam aliran darah, atau biasanya melalui gigitan nyamuk.


3. Josef Mengele (Malaikat Kematian)

Joseph Mengele menjadi termasyhur karena menjadi salah satu dokter SS yang mengawasi pemilihan tahanan yang datang, menentukan siapa yang harus dibunuh dan siapa yang menjadi buruh paksa, dan untuk melakukan eksperimen manusia di kamp tahanan tersebut, orang-orang mengenal Mengele sebagai "Malaikat Maut".

Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah kajian pada anak kembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah.

Ia mengawasi sebuah operasi di mana dua anak Gipsi dijahit menjadi satu untuk menciptakan kembar siam, tangan anak-anak menjadi sangat terinfeksi di mana urat-urat mereka telah rusak. Mengele sangat fanatik dengan darah dari anak kembar, terutama yang kembar identik. Dia dilaporkan mengambil darah mereka sampai mati.

Tawanan Auschwitz Dekel Alex mengatakan:

“Saya tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa Mengele sendiri percaya dia melakukan pekerjaan yang serius, bukan dari cara dia kurang teliti tentang hal itu. Ia hanya menjalankan kekuasaannya. Mengele mengelola sebuah toko daging dan melakukan bedah utama yang dilakukan tanpa obat bius."

"Sekali waktu, saya menyaksikan sebuah operasi perut, Mengele menghapus potongan-potongan dari perut, tetapi tanpa obat bius. Di lain waktu, bagian hati yang dikeluarkan, lagi-lagi, tanpa obat bius. Saat itu mengerikan. Mengele adalah seorang dokter yang menjadi gila karena ia diberi kekuasaan."

"Tidak ada yang pernah bertanya kepadanya kenapa yang satu ini mati? Mengapa yang satu tidak mati? Para pasien tidak masuk hitungan. Dia mengaku melakukan apa yang ia lakukan atas nama ilmu pengetahuan, tetapi itu adalah bagian dari kegilaan."


4. Johann Conrad Dippel (Frankenstein asli)

Johann Conrad Dippel lahir dan besar di kastil Frankenstein, pada 1673 di sebuah tempat di dekat Darmstadt, Jerman. Dia dikatakan sebagai wujud asli dari novel Mary Shelley’s “Frankenstein”, meskipun gagasan itu tetap kontroversial.

Setelah mempelajari teologi, filsafat dan alkimia, ia menciptakan minyak binatang yang terbuat dari tulang, darah dan berbagai produk-produk hewani lainnya, yang dikenal sebagai Minyak Dippel yang diharapkan menjadi setara dengan mimpi para alkemis tentang “obat mujarab kehidupan”.

Dikatakan bahwa beberapa bagian dalam karyanya ini termasuk mendidihkan beragam bagian tubuh dalam tong-tong besar untuk membuat semacam ramuan gila.

Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh karakter yangs sesuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.


5. Giovanni Aldini (Percobaan Listrik Pada Mayat)

Aldini adalah keponakan Luigi Galvani. Pamannya menemukan konsep galvanisme, saat melakukan percobaan dengan arus listrik pada kaki katak. Aldini mencoba melanjutkan percobaan tersebut lebih lanjut. Aldini melakukan percobaan pada mayat.

Di depan banyak orang, ia melakukan eksperimen pada tahanan yang dihukum gantung, George Forster. Dia menerapkan batang konduktor penghantar listrik pada rektum, hingga tahanan tersebut mulai meninju udara, dan kakinya mulai menendang dan tersentak.

Batang yang diterapakan pada wajah membuat mayat itu mengepalkan tangan dan gemetar. Mata kirinya terbuka. Dan Beberapa orang yang hadir takut mayat itu hidup kembali, dan jika benar maka ia harus kembali dieksekusi.

Satu orang penonton begitu ketakutan, dan tak lama setelah meninggalkan area tersebut, dia dilaporkan meninggal.


6. Sergei Bruyukhonenko (The Dog Decapitator)

Jauh sebelum Vladimir Demikhov, percobaan gila Bruyukhonenko pada anjing mengarah pada prosedur pengembangan jantung terbuka. Ia mengembangkan mesin kasar yang disebut autojektor (mesin jantung dan paru-paru).

Dengan menggunakan mesin primitif ini, Bryukhonenko menjaga beberapa kepala anjing tetap hidup. Pada tahun 1928, ia menunjukkan salah satu kepala di depan penonton.

Untuk membuktikan itu nyata, ia memukul-mukul palu di atas meja. Kepala itu tersentak. Ketika mata kepala anjing itu disinari cahaya, matanya berkedip.

Dan ketika diberi makan sepotong keju, sisanya segera keluar dari kerongkongan, yang membuat banyak penonton terpukau namun juga jijik dan tidak senang.


7. Andrew Ure (Jagal Skotlandia)

Andrew Ure, meskipun banyak prestasi sebagai dokter Skotlandia, dia lebih terkenal karena empat percobaan yang dilakukan pada Matius Clydesdale pada 4 November 1818.

Percobaan pertama melibatkan insisi di tengkuk. Bagian dari vertebra dihilangkan. Sebuah insisi kemudian dibuat di pinggul kiri. Kemudian potongan dibuat di bagian tumit.

Dua batang yang terhubung dengan baterai ditempatkan di leher dan pinggul, yang menyebabkan kejang-kejang tak terkendali.

Batang kedua kemudian ditempatkan di tumit, dimana kaki kiri menendang dengan begitu kuat, sehingga hampir membuat roboh asistennya. Percobaan kedua membuat diafragma dari dada Forster naik turun, seolah-olah ia bernapas lagi.

 

Sumber : www.didunia.net

Minggu, 25 November 2012

THINGS YOU DON'T WANT TO HEAR DURING SURGERY



Better save that. We'll need it for the autopsy.

Someone call the janitor. We're going to need a mop.

Bo! Bo! Come back with that! Bad dog!

Wait a minute, if this is his spleen, then what's that?

Hand me that, uh, that uh, thingie.

Oh no! I just lost my Rolex.

Oops! Hey, has anyone ever survived 500ml of this stuff before?

Darn, there go the lights again.

Ya know, there's big money in kidneys. Heck, this guy's got two of 'em.

Everybody stand back! I lost my contact lens!

Could you stop that thing from beating? It's throwing my concentration off.

What's this doing here?

I hate it when they're missing stuff in here.

That's cool! Now can you make his leg twitch?!

I wish I hadn't forgotten my glasses.

Well folks, this will be an experiment for us all.

Sterile, shcmerile. The floor's clean, right?

Anyone see where I left that scalpel?

And now we remove the subject's brain and place it in the body of the ape.

Accept this sacrifice, O Great Lord of Darkness.

Okay, now take a picture from this angle. This is truly a freak of nature.

Nurse, did this patient sign the organ donation card?

Don't worry. I think it's sharp enough.

What do you mean you want a divorce!

She's gonna blow! Everybody take cover!!!

FIRE! FIRE! Everyone get out now!!

Dang! Page 47 of the manual is missing!

Senin, 01 Oktober 2012

Aurora Australis dan borealis




Pernah nonton brother bear?  pernah lihat dong cahaya yang didalamnya banyak roh-roh hewan difilm itu. pada malam yg gelap digaris lintang utara dan selatan yang jauh,seseorang mungkin akan melihat sinar-sinar yang berwarna gemerlapan,aneh,dan misterius di langit. tidak seperti halnya cahaya dari kota terdekat yang memantulkan awan, maka cahaya ini berkelap kelip dan bargerak seolah-olah seseorang menggerakan lampu sorot tepat di atas horison. cahaya-cahaya ini biasanya tampak pada area-area yang tidak berpenghuni. Cahaya ini aneh, berkisar dari cahaya yang nyaris tak tampak dari kejauhan hingga cahaya yang memenuhi langit dan tampaknnya begitu dekat sehingga anda bisa menyentuhnya. cahaya ini bervariasi warnanya. mereka seringkali berwarna putih,namun sering juga berwarna kehijau-hijauan, keungu-unguan, atau kekuning-kuningan. Cahaya inilah yang dikenal sdebagai Aurora, sesuai dengan dewa Romawi untuk saat subuh. di sebelah utara mereka dikenal sebagai Aurora borealis (cahaya utara), sedangkan dibelahan bumi selatan mereka disebut sebagai Aurora Australis ( cahaya selatan ). 

 apa yang menyebabkan cahaya ini telah menjadi fokus perkiraan. cahaya ini pernah dihubungkan dengan Tuhan atau penyihir, dan kemudian dinyatakan bahwa mereka disebabkan oleh sinar matahari yang terpantul dari tutup es kutub. sebenarnya cahaya ini disebabkan oleh partikel-partikel bermuatan yang dilepaskan oleh matahari selama periode aktivitas bintik matahari yang intens. benturan dengan atom oksigen dan hidrogen di atmosfer bumi pada ketinggian yang berkisar antara 50-80 mil, dan terkadang setinggi 190 mil dimana atmosfer bisa dikatakan tidak ada.